Written by Ustadz Purwadi Abdul Jabbar.
EDISI 2.
ILMU SPIRITUAL adalah Pengetahuan tentang kemampuan melebihi manusia pada umumnya, yang mana sebab-sebab kemampuan itu berasal dari “META ENERGI (Energi Prana=Energi Murni=Energi Haqq=Energi Sejati) yang tidak tampak kasat mata, yang masih terpendam di dalam BATHIN manusia. Seperti “energy listrik” , “meta energi” hanya bisa dibuktikan dengan gejala-gejala yang ditimbulkan dan dirasakan atau dengan pengamatan mata batin.
Dalam prakteknya, Ilmu Spiritual sering digabungkan dengan keyakinan agama atau kebudayaan masyarakat setempat (lokal) dimana Ilmu Spiritual itu berkembang.
👉Dalam bahasa keseharian orang Indonesia, Ilmu Spiritual disebut dengan berbagai istilah, seperti dijelaskan dibawah ini :
• Ilmu Gaib, dikatakan gaib karena mempelajari energi dan makhluk gaib. Kata “Gaib” atau lebih tepatnya “Ghoib” berasal dari Bahasa Arab yang artinya tidak terlihat. Dalam pengertian Bahasa Jawa adalah Garbo Ibu. Selain alasan itu, disebut Ilmu Gaib juga karena sesuai filsafat Ilmu Spiritual yang seharusnya ilmu tidak untuk diperlihatkan, alias harus disembunyikan, jangan sampai dipamerkan kepada orang lain jika niatnya hanya untuk kesombongan. Istilah yang hampir sama artinya dengan Ilmu Gaib adalah Ilmu Kebatinan, dari kata “Bathin” yang bisa berarti hanya dapat dirasakan oleh orang yang mengalaminya atau tersembunyi.
• Ilmu Meta Fisika, hampir sama dengan Istilah Ilmu Gaib diatas, istilah Meta-Fisika digunakan karena dalam Ilmu Spiritual dipelajari Energi dan kejadian yang tidak terlihat secara fisik dan tidak sesuai dengan Hukum Fisika. Sebenarnya asumsi atau pandangan bahwa Ilmu Spiritual adalah Meta-Fisika tidaklah benar seratus persen.
• Ilmu Hikmah, digunakan untuk menyebut Ilmu Spiritual yang berkembang dikalangan Umat Islam. Ilmu Hikmah punya ciri khas yaitu amalan yang digunakan adalah doa khusus berbahasa Arab, wirid, dzikir kalimat tertentu dan ayat serta surat dari Kitab Suci Alqur’an yang diyakini bisa menjadi wasilah atau perantara terkabulnya sebuah DOA. Dan biasanya Ilmunya berijazah dan bersanad.
• Ilmu Supranatural, dikatakan Supra-Natural karena pemilik Ilmu Spiritual secara otomatis mempunyai kemampuan melebihi kemampuan alami manusia pada umumnya. Misalnya kemampuan mengobati suatu penyakit tanpa mengetahui atau mempelajari Ilmu Kedokteran, ketahanan kulit dari serangan senjata tajam, tahan terhadap racun, tahan terhadap api dan sebagainya.
• Ilmu Kesepuhan, istilah ini dipakai oleh Orang Jawa untuk menyebut Ilmu Spiritual, karena pada zaman dulu Ilmu Spiritual hanya diajarkan kepada orang-orang Sepuh yang artinya orang yang berusia tua atau orang yang Spiritualitasnya sudah mapan. Digunakan istilah SEPUH atau KESEPUHAN sebagai patokan saja, dikarenakan jika Ilmu Spiritual dipelajari sembarangan orang maka bisa menyebabkan penyalah gunaan untuk kejahatan.
Beberapa kalangan menganggap Ilmu Spiritual sebagai hal yang sakral dan keramat serta selalu memuliakan orang-orang yang memilikinya, bahkan ada yang dianggap Wali Allah. Dan memang jika Ilmu Spiritual cara belajarnya dibawah bimbingan “Guru Mursyid” bisa juga mencapai Maqom Wali Allah.
Perlu diketahui, bahwa keajaiban atau karomah yang ada pada Wali-Wali Allah (orang-orang Suci kekasih Allah) tidak sama dengan Ilmu Spiritual yang sedang kita pelajari. Wali-Wali Allah tidak pernah mengharapkan kemampuan Supranatural tersebut. KAROMAH itu datang atas kehendak Allah karena mereka adalah orang yang sangat Sholih, Ikhlas dan Tawadhu sertaWaro. Sementara kita yang mempelajari Ilmu Spiritual adalah orang yang memohon kepada Allah dengan penuh harapan, agar Allah melimpahkan KARUNIA nya berupa kemampuan Supranatural.
Sebagian golongan orang juga ada yang menganggap bahwa Ilmu Spiritual adalah identik dengan praktek kemusyrikan (menyekutukan Tuhan), dan menyembah Jin yang mana hal itu adalah dosa besar. Anggapan ini TIDAKLAH BENAR. Kita harus bisa membedakan mana Ilmu Spiritual dan Ilmu Sihir yang dikerjakan oleh Setan. (sumbermsprayitno,majmis).
Bersambung.
Wassalaa 'alaikum.
EDISI 2.
ILMU SPIRITUAL adalah Pengetahuan tentang kemampuan melebihi manusia pada umumnya, yang mana sebab-sebab kemampuan itu berasal dari “META ENERGI (Energi Prana=Energi Murni=Energi Haqq=Energi Sejati) yang tidak tampak kasat mata, yang masih terpendam di dalam BATHIN manusia. Seperti “energy listrik” , “meta energi” hanya bisa dibuktikan dengan gejala-gejala yang ditimbulkan dan dirasakan atau dengan pengamatan mata batin.
Dalam prakteknya, Ilmu Spiritual sering digabungkan dengan keyakinan agama atau kebudayaan masyarakat setempat (lokal) dimana Ilmu Spiritual itu berkembang.
👉Dalam bahasa keseharian orang Indonesia, Ilmu Spiritual disebut dengan berbagai istilah, seperti dijelaskan dibawah ini :
• Ilmu Gaib, dikatakan gaib karena mempelajari energi dan makhluk gaib. Kata “Gaib” atau lebih tepatnya “Ghoib” berasal dari Bahasa Arab yang artinya tidak terlihat. Dalam pengertian Bahasa Jawa adalah Garbo Ibu. Selain alasan itu, disebut Ilmu Gaib juga karena sesuai filsafat Ilmu Spiritual yang seharusnya ilmu tidak untuk diperlihatkan, alias harus disembunyikan, jangan sampai dipamerkan kepada orang lain jika niatnya hanya untuk kesombongan. Istilah yang hampir sama artinya dengan Ilmu Gaib adalah Ilmu Kebatinan, dari kata “Bathin” yang bisa berarti hanya dapat dirasakan oleh orang yang mengalaminya atau tersembunyi.
• Ilmu Meta Fisika, hampir sama dengan Istilah Ilmu Gaib diatas, istilah Meta-Fisika digunakan karena dalam Ilmu Spiritual dipelajari Energi dan kejadian yang tidak terlihat secara fisik dan tidak sesuai dengan Hukum Fisika. Sebenarnya asumsi atau pandangan bahwa Ilmu Spiritual adalah Meta-Fisika tidaklah benar seratus persen.
• Ilmu Hikmah, digunakan untuk menyebut Ilmu Spiritual yang berkembang dikalangan Umat Islam. Ilmu Hikmah punya ciri khas yaitu amalan yang digunakan adalah doa khusus berbahasa Arab, wirid, dzikir kalimat tertentu dan ayat serta surat dari Kitab Suci Alqur’an yang diyakini bisa menjadi wasilah atau perantara terkabulnya sebuah DOA. Dan biasanya Ilmunya berijazah dan bersanad.
• Ilmu Supranatural, dikatakan Supra-Natural karena pemilik Ilmu Spiritual secara otomatis mempunyai kemampuan melebihi kemampuan alami manusia pada umumnya. Misalnya kemampuan mengobati suatu penyakit tanpa mengetahui atau mempelajari Ilmu Kedokteran, ketahanan kulit dari serangan senjata tajam, tahan terhadap racun, tahan terhadap api dan sebagainya.
• Ilmu Kesepuhan, istilah ini dipakai oleh Orang Jawa untuk menyebut Ilmu Spiritual, karena pada zaman dulu Ilmu Spiritual hanya diajarkan kepada orang-orang Sepuh yang artinya orang yang berusia tua atau orang yang Spiritualitasnya sudah mapan. Digunakan istilah SEPUH atau KESEPUHAN sebagai patokan saja, dikarenakan jika Ilmu Spiritual dipelajari sembarangan orang maka bisa menyebabkan penyalah gunaan untuk kejahatan.
Beberapa kalangan menganggap Ilmu Spiritual sebagai hal yang sakral dan keramat serta selalu memuliakan orang-orang yang memilikinya, bahkan ada yang dianggap Wali Allah. Dan memang jika Ilmu Spiritual cara belajarnya dibawah bimbingan “Guru Mursyid” bisa juga mencapai Maqom Wali Allah.
Perlu diketahui, bahwa keajaiban atau karomah yang ada pada Wali-Wali Allah (orang-orang Suci kekasih Allah) tidak sama dengan Ilmu Spiritual yang sedang kita pelajari. Wali-Wali Allah tidak pernah mengharapkan kemampuan Supranatural tersebut. KAROMAH itu datang atas kehendak Allah karena mereka adalah orang yang sangat Sholih, Ikhlas dan Tawadhu sertaWaro. Sementara kita yang mempelajari Ilmu Spiritual adalah orang yang memohon kepada Allah dengan penuh harapan, agar Allah melimpahkan KARUNIA nya berupa kemampuan Supranatural.
Sebagian golongan orang juga ada yang menganggap bahwa Ilmu Spiritual adalah identik dengan praktek kemusyrikan (menyekutukan Tuhan), dan menyembah Jin yang mana hal itu adalah dosa besar. Anggapan ini TIDAKLAH BENAR. Kita harus bisa membedakan mana Ilmu Spiritual dan Ilmu Sihir yang dikerjakan oleh Setan. (sumbermsprayitno,majmis).
Bersambung.
Wassalaa 'alaikum.

Comments
Post a Comment