Written by Ustadz Purwadi Abdul Jabbar
EDISI 1.
Assalaamu’alaikum wr.wb
BismillaaH
AKU dekat……. AKU mengabulkan DOA (permohonan) orang yang berdoa , apabila ia memohon kepada KU (QS.Al-Baqoroh:186).
Manusia terdiri dari 2 unsur yang sangat penting di dalam kehidupannya yaitu :
1. Diri Lahir (Unsur Fisik yaitu Jasmani = Jasad =raga=Tubuh=Badan) dan semua panca indra .
2. Diri Bhatin (Unsur Non Fisik yaitu Ruhani=Akal=pikiran,qolbu=Hati,Nafas=jiwa,Ruh .
Unsur Fisik adalah tubuh anda beserta semua panca indranya . Sedangkan Unsur Non Fisik adalah pikiran anda beserta seluruh perangkat bathinnya . Keduanya memiliki peran yang berbeda namun berada didalam satu bentuk yaitu diri anda . Keduanya tidak dapat berdiri sendiri sehingga saling bergantung . Seperti halnya “tubuh” tidak akan dapat menjalankan fungsinya tanpa adanya “pikiran” , begitu juga “pikiran” tidak dapat terwujud tanpa dibantu oleh tubuh sebagai pelaksananya (Majmis).
Manusia yang memiliki kesadaran yang tinggi (Kholifatullooh fil ardl ) sadar bahwa meskipun ia selalu berusaha dan ikhtiar dengan tekun dan sepenuh hati (sungguh-sungguh), tetapi ia lebih mengandalkan ENERGI KEKUATAN DOA dihatinya daripada menggunakan kekuatan pikirannya dan kekuatan ototnya. Dengan kata lain, ia menyadari bahwa realitas hidupnya lebih ditentukan oleh kualitas “pikiran” dan “perasaan” (hati) ketimbang kerja atau perbuatannya (action).
Ini menjelaskan mengapa banyak orang yang dipenuhi tindakan dalam mengejar,gol,target dll , sering tidak mendapatkan hasil yang menggembirakan , sementara mereka yang senantiasa berikhtiar dengan tekun , tenang dan bahagia karena percaya bahwa Tuhan selalu memenuhi kebutuhannya tampak lebih sukses dan diberkahi .
Seperti kebanyakan orang , dulu saya sering bertanya , apa hubungan antara taat beribadah dengan tingkat kesuksesan dan kebahagiaan kita ??? Saya merasa , meskipun sudah berusaha untuk menjadi orang baik dan selalu taat beribadah dan berdo’a , kesuksesan dan kebahagiaan selalu menjauhi hidup saya . Sementara itu , kita pun diingatkan bahwa banyak ibadah kita sia-sia dan hanya memberikan rasa lelah,lapar dan haus semata.
Jawabannya saya peroleh demikian , bahwa ternyata saya lupa untuk mengajak “ Hati (Qolbu=perasaan) ” dalam melakukan semua itu ( Quantum Ikhlas ) .
Pentingnya Melihat Do’a terkabul .
Mengapa kita perlu “sukses” dan “berhasil” dengan Do’a kita ???
Mengapa kita melihat DO’A-DO’A kita benar-benar terkabul dan terwujud menjadi kenyataan ???
Sebab,sebelum kita sering menyaksikannya sendiri, kita sulit percaya terhadap efektivitas DOA kita , yang akan mengakibatkan berkurang nya kepercayaan kita terhadap Tuhan yang Maha Mengabulkan Do’a .
Jadi bagaimanaa do’a kita bisa terkabul ???
Sedangkan ALLAH sendiri berfirman : akan mengabulkan DO’A... Bagaimana ini ?!!!
Untuk menjawabnya mari kita bahas dulu “bahan” pembuat DO’A .
No HP : 081224796529
BERSAMBUNG……..
EDISI 1.
Assalaamu’alaikum wr.wb
BismillaaH
AKU dekat……. AKU mengabulkan DOA (permohonan) orang yang berdoa , apabila ia memohon kepada KU (QS.Al-Baqoroh:186).
Manusia terdiri dari 2 unsur yang sangat penting di dalam kehidupannya yaitu :
1. Diri Lahir (Unsur Fisik yaitu Jasmani = Jasad =raga=Tubuh=Badan) dan semua panca indra .
2. Diri Bhatin (Unsur Non Fisik yaitu Ruhani=Akal=pikiran,qolbu=Hati,Nafas=jiwa,Ruh .
Unsur Fisik adalah tubuh anda beserta semua panca indranya . Sedangkan Unsur Non Fisik adalah pikiran anda beserta seluruh perangkat bathinnya . Keduanya memiliki peran yang berbeda namun berada didalam satu bentuk yaitu diri anda . Keduanya tidak dapat berdiri sendiri sehingga saling bergantung . Seperti halnya “tubuh” tidak akan dapat menjalankan fungsinya tanpa adanya “pikiran” , begitu juga “pikiran” tidak dapat terwujud tanpa dibantu oleh tubuh sebagai pelaksananya (Majmis).
Manusia yang memiliki kesadaran yang tinggi (Kholifatullooh fil ardl ) sadar bahwa meskipun ia selalu berusaha dan ikhtiar dengan tekun dan sepenuh hati (sungguh-sungguh), tetapi ia lebih mengandalkan ENERGI KEKUATAN DOA dihatinya daripada menggunakan kekuatan pikirannya dan kekuatan ototnya. Dengan kata lain, ia menyadari bahwa realitas hidupnya lebih ditentukan oleh kualitas “pikiran” dan “perasaan” (hati) ketimbang kerja atau perbuatannya (action).
Ini menjelaskan mengapa banyak orang yang dipenuhi tindakan dalam mengejar,gol,target dll , sering tidak mendapatkan hasil yang menggembirakan , sementara mereka yang senantiasa berikhtiar dengan tekun , tenang dan bahagia karena percaya bahwa Tuhan selalu memenuhi kebutuhannya tampak lebih sukses dan diberkahi .
Seperti kebanyakan orang , dulu saya sering bertanya , apa hubungan antara taat beribadah dengan tingkat kesuksesan dan kebahagiaan kita ??? Saya merasa , meskipun sudah berusaha untuk menjadi orang baik dan selalu taat beribadah dan berdo’a , kesuksesan dan kebahagiaan selalu menjauhi hidup saya . Sementara itu , kita pun diingatkan bahwa banyak ibadah kita sia-sia dan hanya memberikan rasa lelah,lapar dan haus semata.
Jawabannya saya peroleh demikian , bahwa ternyata saya lupa untuk mengajak “ Hati (Qolbu=perasaan) ” dalam melakukan semua itu ( Quantum Ikhlas ) .
Pentingnya Melihat Do’a terkabul .
Mengapa kita perlu “sukses” dan “berhasil” dengan Do’a kita ???
Mengapa kita melihat DO’A-DO’A kita benar-benar terkabul dan terwujud menjadi kenyataan ???
Sebab,sebelum kita sering menyaksikannya sendiri, kita sulit percaya terhadap efektivitas DOA kita , yang akan mengakibatkan berkurang nya kepercayaan kita terhadap Tuhan yang Maha Mengabulkan Do’a .
Jadi bagaimanaa do’a kita bisa terkabul ???
Sedangkan ALLAH sendiri berfirman : akan mengabulkan DO’A... Bagaimana ini ?!!!
Untuk menjawabnya mari kita bahas dulu “bahan” pembuat DO’A .
No HP : 081224796529
BERSAMBUNG……..

Comments
Post a Comment