Written by
Ustadz Purwadi Abdul Jabbar.
Ibadah ini dimiliki oleh orang awam atau orang-orang umum dan dimiliki juga oleh orang-orang yang mencapai derajat ILMU YAKIN.
2. Tingkat Kedua adalah ubudiyah.
Ubudiyah adalah menegakkan ketaatan yang sungguh-sungguh dengan pengagungan,memandang apa-apa yang datang dari DIRInya dengan rendah hati dan menyaksikan sesuatu yang dihasilkan dari perjalanan hidup sebagai ketetapan. Karena sikap dan budi pekerti ini,dia senantiasa menyandarkan apa saja kepada TuhanNYA.
Hal ini hanya dimiliki oleh orang-orang khowas atau orang-orang kalangan khusus saja dan juga hanya dimiliki oleh orang-orang yang mencapai Derajat ILMU ‘AINUL YAKIN.
3. Tingkat Ketiga adalah Ubudah.
Ubudah adalah orang yang tidak butuh kenikmatan tetapi merindukan sang Pemberi Kenikmatan dan penyerahan Total kepada Tuhan, hal tersebut hanya dimiliki oleh orang-orang kalangan khowashul khowas saja dan orang-orang yang telah mencapai derajat ILMU HAQQUL YAKIN.
Assalaamu ‘alaikum.
BismillaaH.
Wabud ROBBAKA hatta ya’tiyakal yaqiin,”Sembahlah Tuhanmu sampai datang kepadamu keYAKINan {QS.Al-Hijr : 99}.
*Syaikh Ali
Ad-Daqaq R’AnHu berkata bahwa UBUDIYAH ini lebih sempurna dari pada
IBADAH.Tingkatan paling rendah adalah IBADAH lalu diatasnya UBUDIYAH dan yang
tertinggi adalah UBUDAH.
Dalam kalangan
kaum Shuffi beribadah kepada Allah dibagi menjadi 3 bagian,dari peringkat yang rendah
keperingkat yang tertinggi yaitu :
1. Tingkat Pertama
adalah ibadah.Ibadah ini dimiliki oleh orang awam atau orang-orang umum dan dimiliki juga oleh orang-orang yang mencapai derajat ILMU YAKIN.
2. Tingkat Kedua adalah ubudiyah.
Ubudiyah adalah menegakkan ketaatan yang sungguh-sungguh dengan pengagungan,memandang apa-apa yang datang dari DIRInya dengan rendah hati dan menyaksikan sesuatu yang dihasilkan dari perjalanan hidup sebagai ketetapan. Karena sikap dan budi pekerti ini,dia senantiasa menyandarkan apa saja kepada TuhanNYA.
Hal ini hanya dimiliki oleh orang-orang khowas atau orang-orang kalangan khusus saja dan juga hanya dimiliki oleh orang-orang yang mencapai Derajat ILMU ‘AINUL YAKIN.
3. Tingkat Ketiga adalah Ubudah.
Ubudah adalah orang yang tidak butuh kenikmatan tetapi merindukan sang Pemberi Kenikmatan dan penyerahan Total kepada Tuhan, hal tersebut hanya dimiliki oleh orang-orang kalangan khowashul khowas saja dan orang-orang yang telah mencapai derajat ILMU HAQQUL YAKIN.
Ajaran AGAMA
secara keseluruhan, diawali dengan yakin dan percaya.Yakin berasal dari Bahasa
Arab “YAQIINUN’’. Yakin menurut Para ahli
definisinya adalah kecenderungan bathin manusia untuk memastikan
benar-benar atau tidak benarnya sesuatu dengan melalui sebab atau tidak melalui
sebab.
Karena yakin adalah kecenderungan bathin, sedang bathin itu sendiri bukan urusan langsung manusia, tetapi diurus langsung oleh Allah SWT, maka seharusnya manusia meminta kepada Allah SWT,agar memberikan dan memantapkan keyakinan itu pada bathin kita. Sebab tanpa karunia Allah SWT, seseorang tidak akan bisa mendapatkan YAKIN.
Karena yakin adalah kecenderungan bathin, sedang bathin itu sendiri bukan urusan langsung manusia, tetapi diurus langsung oleh Allah SWT, maka seharusnya manusia meminta kepada Allah SWT,agar memberikan dan memantapkan keyakinan itu pada bathin kita. Sebab tanpa karunia Allah SWT, seseorang tidak akan bisa mendapatkan YAKIN.
💚Ulama
shufi berpendapat :
Al-Yaqiinu
Huwal-ilmul-mustauda’u fil-quluubi yusyiiru Haadzal-qooiluilaa annaHu ghoiru
muktasabin,: “Yakin adalah ilmu yang diletakkan pada Qolbu (jantung hati), hal
ini menakjubkan bahwa ilmu yakin itu tidak termasuk ilmu yang bisa diusahakan
(Risalah Al-Qusyairiyah).
Apakah YAKIN
itu ?
👉Jawab :
Yakin menurut para ahli definisinya adalah kecenderungan bathin manusia untuk
memastikan benar atau tidak benarnya sesuatu, dengan melalui sebab atau tidak
melalui sebab.
👉Menurut
Sayyidisy Syaikh Arifin Junaid Al-Baghdadi R.'AnHu, Yakin adalah mantapnya ilmu yang
tidak terbalik, tidak berpindah dan tidak berubah didalam hati.
👉Sedangkan
menurut Sayyidisy Syaikh Arifin As-Sirri R.'AnHu beliau berkata : Yakin adalah tenang
ketika menjalani sumber-sumber dalam hati, agar Kau Yakin bahwa pergerakanmu
pada sumber-sumber itu tidak bermanfaat kepadamu dan tidak tertolak darimu
secara total.
Semoga Bermanfaat.
Wassalaamu 'alaikum.
Semoga Bermanfaat.
Wassalaamu 'alaikum.

Comments
Post a Comment